Rabu, 24 Juli 2019

EFEK RUMAH KACA


EFEK RUMAH KACA

A. PENGERTIAN EFEK RUMAH KACA

Pengertian Efek Rumah Kaca


Efek rumah kaca adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan bumi, seperti memiliki efek rumah kaca yang di mana panas matahari akan terperangkap oleh atmosfer bumi. Normalnya begini sinar matahari di siang hari menyinari bumi dan akan membuat bumi menjadi lebih hangat, akan tetapi permukaan bumi di malam hari menjadi lebih dingin. 


Namun akibat dari adanya efek rumah kaca ini maka sebagian panas yang harusnya dipantulkan oleh permukaan bumi, akan diperangkap oleh gas-gas rumah kaca di atmosfer tersebut. itulah sebabnya kini bumi menjadi terus menghangat selama bertahun-tahun kemudian. Bagi anda yang bersekolah di SMP, pasti sudah diajarkan tentang efek rumah kaca tersebut. 


Secara umum pengertian dari efek rumah kaca ini adalah naiknya suhu bumi yang disebabkan oleh adanya perubahan komposisi, yang terdapat pada atmosfer. Hal itu menyebabkan sinar matahari tetap berada di bumi, dan sayangnya tidak dipantulkan dengan sempurna untuk keluar dari atmosfer tersebut. 

Jika diartikan sesuai dengan proses dan akibat yang ditimbulkan oleh efek rumah kaca, maka sebuah fenomena alam terjadi karena adanya pantulan dari sinar matahari yang telah melewati atmosfer bumi. Hal ini juga disebabkan oleh zat yang ada di permukaan bumi, namun parahnya fenomena yang satu ini dapat menyebabkan kerusakan atmosfer. 



B. PROSES TERJADINYA EFEK RUMAH KACA

Proses Terjadinya Efek Rumah Kaca


Lalu bagaimana dengan terjadinya efek rumah kaca ini, efek rumah kaca didasari oleh sinar matahari yang telah dipantulkan oleh berbagai macam benda yang ada di bumi. Sinar matahari yang dipantulkan ini dapat merusak lapisan ozon. Dengan fungsi utama yaitu untuk menghambat cahaya matahari yang ada di atmosfer. 

Jika lapisan ozon yang ada di atmosfer bumi berkurang maka suhu di bumi akan naik secara terus menerus. Jika suhu di bumi naik maka bumi akan berubah menjadi dingin. Kondisi tersebut akan menjadi bertambah buruk, karena karbondioksida yang ada di bumi. Karena dapat menahan pantulan sinar matahari sehingga suhu di bumi pun akan semakin meningkat. 

Untuk menghindari lapisan ozon yang rusak di lapisan atmosfer bumi, maka kita harus mengurangi pemakaian berbagai alat atau bahan yang dapat menghasilkan CO2 atau karbondioksida. Hal itu juga bahkan bisa mengakibatkan kerusakan pada lapisan ozon lainnya. 

Proses terjadinya efek rumah kaca dimulai dari matahari yang akan memancarkan sinarnya dalam bentuk radiasi ultraviolet ke bumi, yang akan diterima oleh bumi dan kemudian dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi inframerah. Sinar matahari akan masuk ke bumi sebagai panas, lalu kemudian sebagian sinarnya akan dipantulkan ke angkasa oleh permukaan bumi. 

Sebagian lainnya akan diserap baik oleh permukaan bumi yang warnanya agak gelap ataupun oleh gas rumah kaca, yang sudah terkandung di dalam atmosfer. Gas rumah kaca ini bertindak seperti benda hitam, yang di mana cahaya yang datang akan dipantulkan kembali sebagai panas. Semakin banyak kandungan atau konsentrasi gas ini, maka akan semakin banyak panas yang dilepaskan. 

Maka dari itu maka semakin panas jugalah suhu di bumi, oleh karena itu munculah efek rumah kaca yang selama ini menjadi permasalahan penting di bumi. 





C. PENYEBAB EFEK RUMAH KACA

Sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 sebagian besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia. 

Gas-gas rumah kaca, antara lain: 

1. Karbon dioksida (CO2), 
2. Methana (NH3), 
3. Freon (CFC), (MERUSAK OZON) 


Sumber Gas Diklasifikasikan 

  • Sumber tetap SEPERTI DARI pabrik, asap dapur, pembakaran sampah 

  • Sumber tidak tetap (kendaraan bermotor, pesawat terbang, kapal laut, kereta api dan kegiatan lain yang menghasilkan gas emisi dari lokasi berpindah-pindah: merokok) 
  • Sumber campuran (berasal dari sumber tetap dan tidak tetap, seperti bandara, pelabuhan, kawasan industri dan terminal) 

PENYEBAB PEMANASAN GLOBAL:

Gas-gas rumah kaca, terutama CO2 menahan panas matahari yang dipantulkan oleh Bumi. Peningkatan kadar gas-gas rumah kaca di atmosfer disebabkan, antara lain oleh: 

1. AKTIVITAS ALAM 

Seperti aktivitas gunung merapi, gunung meletus, semburan gas dll 


2. AKTIVITAS MANUSIA 
a. penebangan dan pembakaran hutan 

Pohon memiliki fungsi sebagai mengubah gas karbondioksida menjadi oksigen yang dibutuhkan oleh manusia. Tetapi manusia lebih suka menebang dan membakarnya, untuk kepentingan sendiri misalnya untuk lahan bercocok tanam. Saat hutan dibakar pun akan menghasilkan gas rumah kaca, yang dapat meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca. 

b. penggunaan bahan bakar fosil 

Penggunaan bahan bakar fosil misalnya minyak bumi dan batu bara, juga bisa menjadi salah satu penyebab semakin tingginya efek rumah kaca. Karena penggunaan yang berlebihan akan menyebabkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer, seperti misalnya karbondioksida dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil. 

c. pencemaran laut 

Tahukah anda bahwa lautan dapat menyerap karbondioksida dalam jumlah yang besar, yang disebabkan oleh pencemaran laut oleh limbah industri dan sampah. Kemudian laut pun menjadi tercemar sehingga banyak ekosistem yang di dalamnya musnah, lalu laut pun tidak dapat menyerap karbondioksida dengan baik. 


d. Industri pertanian 

Pertanian yang berskala besar dan sudah disebut dengan industri, biasanya akan menggunakan pupuk dalam jumlah yang banyak. Pupuk yang terpakai itu akan melepaskan gas nitrous oxide ke atmosfer yang kemudian menjadi gas rumah kaca 

e. limbah industri dan juga tambang 

jenis-jenis industri seperti misalnya pabrik semen, pabrik pupuk dan penambangan batu bara serta minyak bumi akan mengakibatkan produksi gas rumah kaca seperti misalnya karbondioksida. 

f. limbah rumah tangga 

Tahukah anda bahwa limbah rumah tangga juga bisa menjadi penyebab terjadinya efek rumah kaca. Jika limbah tersebut dibiarkan terus menerus maka nantinya akan menghasilkan gas methana dan juga karbondioksida yang biasanya dihasilkan oleh bakteri pengurai sampah. 

g. industri peternakan 

Contoh industri peternakan yang bisa menimbulkan terjadinya efek rumah kaca adalah peternakan sapi. Karena di sana banyak menghasilkan gas karbondioksida dan gas methana yang sangat besar ke atmosfer. Gas ini dihasilkan dari kentut sapi dan kotoran sapi, yang merupakan produksi dari bakteri pengurai dari perut sapi. 


Dampak pemanasan global: 

  1. Peningkatan suhu Bumi (selama 100 tahun ini, suhu Bumi meningkat sekitar 1 oF). 
  2. Pencairan es pada daerah kutub. 
  3. Peningkatan permukaan air laut (selama 100 tahun ini, permukaan air laut meningkat sekitar 4 – 8 inchi. 
  4. Timbulnya banjir rob (luapan air laut). 
  5. Angin badai, baik secara intensitas maupun frekuensi, mengalami peningkatan. 
  6. Perubahan cuaca yang tidak menentu (ekstrim), yang dapat menimbulkan masalah ekonomi dan kesehatan.

Silakan tonton video pembelajaran Efek Rumah Kaca Berikut ini.

0 komentar:

Posting Komentar